
Kerinci (MTsN 6 Kerinci), Hari ini Senin 04 Agustus 2025, perenungan sederhana namun sarat makna, warga MTsN 6 Kerinci diingatkan akan filosofi sederhana dari sebuah pensil. Pesan ini disampaikan oleh Waka Kesiswaan Bapak Afrial, S.Pd.I dalam amanat upacara.
"Ibarat pensil, sebelum digunakan untuk menulis sesuatu yang bermanfaat, ia harus diruncing terlebih dahulu. Begitu pula dengan manusia," ujar Pak Afrial, Waka Kesiswaan MTsN 6 Kerinci.
Ia menjelaskan, proses meruncingkan pensil bisa diibaratkan sebagai proses belajar, berlatih, dan menghadapi tantangan. Terkadang menyakitkan dan melelahkan, tetapi itulah yang membuat seseorang menjadi tajam dalam berpikir dan mampu memberi makna dalam kehidupannya.
"Pensil yang tidak diruncing, meski tampak bagus, tidak akan pernah bisa menulis. Begitu pula manusia, jika tidak mau berproses, maka ia takkan pernah bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya," tambahnya.
Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh siswa untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan belajar di madrasah. Semua proses pembelajaran dan pembinaan yang dilakukan adalah bagian dari "meruncingkan diri", agar kelak mereka mampu menulis kisah hidup yang bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Begitu juga dengan tenaga pendidik, jangan bosan-bosan bosan untuk mendidik siswa ke arah kebaikan.
Dengan analogi sederhana tersebut,diharapkan dapat menggugah kesadaran siswa dan pendidik tentang pentingnya proses dalam kehidupan. (Lis)
|
65x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...