
Kerinci (22/08/2025)…. MTs N 6 Kerinci menyelenggarakan Science Competition bertema “Alat Peraga Siklus Air†sebagai ajang unjuk kreativitas dan pemahaman konsep sains siswa. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kelas dari jenjang VII–IX yang menampilkan model kerja (working model) dan demonstrasi proses penguapan, kondensasi, presipitasi, hingga infiltrasi dalam satu rangkaian alat peraga yang edukatif.
Pada pembukaan, panitia menegaskan bahwa lomba dirancang untuk menumbuhkan scientific mindset sekaligus kepedulian terhadap konservasi air. Setiap tim diminta merancang alat peraga yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional—menunjukkan alur perpindahan air dari permukaan bumi ke atmosfer dan kembali lagi melalui simulasi sederhana yang aman dan ramah lingkungan.
Rangkaian lomba diawali sesi booth visit di mana juri dan pengunjung mengamati langsung karya peserta. Siswa mempresentasikan ide, bahan yang digunakan, mekanisme kerja, serta relevansi alat terhadap isu-isu lokal seperti pengelolaan air hujan, potensi banjir, dan hemat air di rumah tangga. Beberapa tim memanfaatkan bahan daur ulang, pompa mini, hingga sensor sederhana untuk menambah nilai edukatif.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari guru IPA dan pembina ekstrakurikuler sains dengan kriteria:
• Keakuratan konsep: kesesuaian tahapan siklus air dan penjelasan ilmiah.
• Kreativitas & inovasi: kebaruan desain, pemanfaatan bahan, dan solusi yang ditawarkan.
• Fungsi & keamanan: alat bekerja stabil, mudah dioperasikan, serta aman digunakan.
• Komunikasi ilmiah: kejelasan presentasi, poster/infografik, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
• Dampak edukatif: potensi alat sebagai media pembelajaran di kelas.
Suasana kompetisi berlangsung antusias. Pengunjung dibuat terkesan oleh alat yang mampu “membuat hujan mini†dari uap air hangat ke penutup transparan, hingga model lereng yang memperlihatkan aliran permukaan dan proses resapan. Guru menilai kompetisi ini efektif menggabungkan keterampilan abad 21—kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas—dalam satu kegiatan nyata.
Di akhir acara, panitia menyerahkan piagam partisipasi kepada seluruh tim sebagai apresiasi atas kerja keras mereka. Karya terbaik direkomendasikan untuk dipamerkan di perpustakaan/pojok sains madrasah agar dapat dimanfaatkan pada pembelajaran IPA berikutnya, khususnya materi perubahan wujud dan daur air.
Melalui Science Competition bertema “Siklus Air†ini, MTs N 6 Kerinci menegaskan komitmennya membangun budaya riset dan kepedulian lingkungan sejak dini—mendorong siswa tak hanya memahami sains, tetapi juga menerapkannya dalam solusi sederhana yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari……(Tim Website MTs N 6 Kerinci).
Jurnalislis : Agustiawan
Fotografer : Rama Pandeska


|
43x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...