
Kerinci (05/09/2025)…. Fenomena yang tengah menjadi sorotan dunia pendidikan madrasah adalah ketidakseimbangan distribusi guru. Di beberapa madrasah, jumlah guru yang ada tidak sebanding dengan kebutuhan, sementara di madrasah lain justru terdapat kelebihan tenaga pendidik. Ironisnya, ada kasus di mana guru-guru dari madrasah yang kekurangan tenaga pengajar malah dipindahkan ke madrasah yang sudah memiliki guru berlimpah.
Kondisi ini memicu keprihatinan para tenaga pendidik, orang tua siswa, dan masyarakat. Mereka menilai kebijakan rotasi dan distribusi guru perlu evaluasi agar tidak merugikan siswa.
Seharusnya guru ditempatkan sesuai kebutuhan agar proses belajar mengajar berjalan maksimal. Kalau guru malah dipindah ke tempat yang sudah penuh, anak-anak di madrasah kekurangan guru akan semakin tertinggal, ujar salah satu wali murid.
Ketidakseimbangan ini diduga terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kebijakan rotasi yang tidak berbasis data, kurangnya koordinasi antarinstansi terkait, hingga sistem perencanaan distribusi guru yang belum sepenuhnya merata.
Para pemerhati pendidikan berharap Kementerian Agama dan pihak terkait melakukan pemetaan kebutuhan guru secara menyeluruh agar tenaga pendidik bisa disebar secara proporsional. Dengan begitu, kualitas pendidikan madrasah di seluruh daerah dapat merata dan siswa mendapatkan hak belajar yang layak.
Pemetaan guru berbasis data dan kebutuhan riil sangat penting, agar tidak ada lagi madrasah yang kekurangan guru sementara madrasah lain justru menumpuk tenaga pendidik, tambah seorang pengawas madrasah.
Pemerataan guru diyakini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan memberikan kesempatan belajar yang sama bagi seluruh siswa, terutama di daerah terpencil dan tertinggal……(Tim Website MTs N 6 Kerinci).
Jurnalislis : Agustiawan
Fotografer : Rama Pandeska
|
38x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...