
Kerinci (MTsN 6 Kerinci) - sebelum pelaksanaan sholat dhuha berjamaah, siswa-siswi MTsN 6 Kerinci mendapatkan pembekalan singkat namun penting dari salah satu guru, Ibu Hetti Milya, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan penjelasan mengenai bullying dan dampak negatifnya bagi pelaku maupun korban.
Dalam penyampaiannya, Ibu Hetti menegaskan bahwa bullying, baik berupa fisik, verbal, maupun non-verbal, dapat merusak rasa percaya diri, menimbulkan trauma, bahkan mengganggu perkembangan belajar siswa. Karena itu, beliau mengajak seluruh siswa untuk menjauhi perilaku tersebut dan saling menghargai antar sesama.
“Setiap siswa harus merasa aman dan nyaman berada di lingkungan madrasah. Mari kita ciptakan suasana belajar yang penuh dengan rasa persaudaraan, tanpa ada yang merasa direndahkan atau disakiti,” ujar Hetti Milya, S.Pd.
Siswa-siswi tampak memperhatikan dengan serius penjelasan tersebut. Sebagian di antaranya mengaku baru menyadari bahwa tindakan mengejek atau merendahkan teman juga termasuk dalam kategori bullying.
Kepala MTsN 6 Kerinci, Hj. Tistiarni, S.Ag., M.Pd.I, mengapresiasi inisiatif para guru yang memberikan edukasi seperti ini. Menurut beliau, penanaman nilai akhlak mulia dan kepedulian sosial harus dilakukan terus-menerus agar tercipta lingkungan madrasah yang kondusif dan ramah anak.
Dengan adanya penjelasan singkat sebelum sholat dhuha, diharapkan siswa tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya membangun pergaulan yang sehat, harmonis, dan bebas dari bullying.
Jurnalis/Editor : Rian Putra H, M.Pd
|
613x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...