Selamat Datang di Website Resmi MTSN 6 Kerinci # Jln. Padang Baru, Desa Permai Baru, Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi # MTsN 6 Kerinci Menerima Peserta Didik Baru Tapel 2025/2026 # Madrasah Hebat Bermartabat # Selamat Datang di Website Resmi MTsN 6 Kerinci
Diposting Pada: Selasa, 07 Oktober 2025

Duduk sini, Nak, dekat sama Bapak. Jangan kau ganggu ibumu.

Duduk sini, Nak, dekat sama Bapak. Jangan kau ganggu ibumu.

Kerinci (07/09/2025)…. Suara parau itu terdengar lirih dari sudut ruang tamu yang hanya diterangi cahaya lampu pijar kuning. Di kursi rotan yang mulai rapuh, seorang lelaki tua duduk menatap kosong ke arah foto keluarga yang tergantung di dinding.
Anak laki-lakinya, Shahir, yang baru pulang, terdiam sejenak. Sudah lama ia tidak mendengar suara itu. Suara yang dulu tegas, penuh wibawa, kini terdengar gemetar, seperti terseret waktu dan luka.
Bapak menepuk-nepuk kursi di sebelahnya.
Duduk sini, Bang, katanya lagi. Bapak pengen cerita…
Shahir menelan ludah. Ia duduk perlahan. Bau minyak kayu putih tercium kuat dari tubuh bapaknya. Tangannya yang kurus menggenggam lutut, matanya tak lepas dari pintu kamar yang tertutup.
Jangan ganggu ibumu,… lanjutnya pelan. Dia lagi capek… capek banget.
Shahir menatap pintu kamar itu. Sudah tiga hari semenjak ayahnya dibawa dari rumah sakit. Ia masih terbaring, diam, dengan tabung oksigen di sisi ranjang. Napasnya tersengal, tapi matanya masih sempat menatap Shahir penuh kasih saat ia pulang
Bapak dulu sering marah, ya, Bang… suara itu memecah hening. Padahal, cuma pengen kalian tumbuh jadi orang kuat. Tapi kadang… bapak lupa, bahwa kekuatan gak selalu harus dengan bentakan.
Shahir menunduk. Air matanya menetes tanpa bisa ditahan.
Abah… jangan bicara begitu.
Bapak tersenyum, samar.
Bapak cuma takut, kalau nanti gak sempat bilang maaf. Takut, kalau nanti gak bisa lagi suruh kamu duduk di sini.
Hening menyelimuti ruangan. Di luar, hujan mulai turun perlahan, menampar genting satu-satu seperti irama duka yang lembut.
Shahir menggenggam tangan bapaknya. Tangan itu dingin, tapi hangat oleh kenangan. Ia ingin berkata banyak, tapi lidahnya kelu. Semua yang ingin diucapkannya seperti terhenti di tenggorokan.
Dari kamar terdengar batuk kecil lemah tapi nyata. Bapak menoleh cepat, matanya berbinar.
Itu ibumu, katanya dengan senyum getir…Jangan ganggu ibu, Bang. Biar ibu istirahat… ibu udah terlalu lama jagain kita.
Tak lama, suara batuk itu menghilang. Sunyi lagi.
Bapak diam. Lama sekali. Lalu ia berbisik, nyaris tak terdengar:
Kalau nanti Bapak gak bisa lagi suruh kamu duduk di sini… tolong, Bang, jagain ibumu. Jangan biarkan dia sendirian.
Malam itu, Shahir memeluk bapaknya erat. Untuk pertama kali setelah bertahun-tahun, mereka menangis bersama.
Dan ketika fajar tiba, kursi rotan itu hanya menyisakan satu orang Shahir yang duduk menatap pintu kamar terbuka, sementara kain putih menutupi tubuh bapaknya yang akhirnya tenang.
Ia teringat suara terakhir semalam:
Duduk sini, Bang, dekat sama Bapak…
Dan kalimat itu kini menggema di ruang hatinya
selamanya

 


335x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Laporan Pertandingan Futsal Antar Kelas Hari Pertama 469x dibaca
  2. MTsN 6 Kerinci Terapkan Penyesuaian Jam Kerja Selama Ramadhan Berdasarkan Surat Edaran Skjend Kemenag RI No 4 Th 2026 518x dibaca
  3. Tenaga Pendidik MTsN 6 Kerinci Ikuti Pelantikan Pengurus PGM Indonesia Wilayah Kerinci Periode 2024-2029 152x dibaca
  4. MTsN 6 Kerinci Gelar Yasinan Mingguan Dipandu Siswa Kelas VIII B 37x dibaca
  5. Puskesmas Semerap Laksanakan Sosialisasi P3LP di MTsN 6 Kerinci 1643x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 6 Kerinci

Mars Madrasah