Selamat Datang di Website Resmi MTSN 6 Kerinci # Jln. Padang Baru, Desa Permai Baru, Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi # MTsN 6 Kerinci Menerima Peserta Didik Baru Tapel 2025/2026 # Madrasah Hebat Bermartabat # Selamat Datang di Website Resmi MTsN 6 Kerinci
Diposting Pada: Jumat, 17 Oktober 2025

Derita Guru Seandainya Kamu Merasakan Jadi Aku Sebentar Saja

Derita Guru Seandainya Kamu Merasakan Jadi Aku Sebentar Saja

Kerinci (17/10/2025)…. Di balik senyum dan dedikasi seorang guru, tersimpan kisah yang jarang diketahui banyak orang. Begitulah kisah seorang guru perantau yang setiap hari mengajar dengan penuh semangat di madrasah jauh dari keluarganya. Ia bukan hanya berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga berjuang melawan sepi, rindu, dan lelah yang terus mengiringi langkahnya.
Pagi hari, ia sudah berangkat lebih awal, menembus kabut tipis yang menyelimuti jalan pedesaan menuju madrasah. Di pundaknya tergantung tas berisi buku pelajaran dan lembar tugas siswa, sementara di hatinya tergantung doa agar anak-anak didiknya menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Namun di balik itu semua, tersimpan rasa rindu mendalam kepada keluarga yang jauh di kampung halaman — anak yang tumbuh tanpa pelukannya setiap hari, dan istri atau suami yang menanti kabar lewat panggilan singkat di malam hari.
“Seandainya kamu merasakan jadi aku sebentar saja,” gumamnya pelan suatu malam, di kamar kecil tempatnya beristirahat. Saat suara jangkrik menggema dan angin malam menembus jendela, ia menatap foto keluarganya yang terpajang di dinding. Matanya basah, bukan karena penyesalan, melainkan karena rindu yang tak pernah benar-benar hilang.
Hari-hari dilaluinya dengan kesabaran dan keikhlasan. Ia tahu, tak semua orang memahami beratnya menjadi guru perantau — meninggalkan kenyamanan demi pengabdian. Ia sadar bahwa panggilan tugas lebih besar dari rasa lelah yang dirasakan. Di madrasah, wajah-wajah ceria para siswa menjadi pengobat rindu, menjadi alasan untuk tetap bertahan meski hidup jauh dari keluarga dan kampung halaman.
Malam itu, sambil menyiapkan RPP dan menilai tugas-tugas siswa, ia tersenyum tipis. “Andai orang-orang tahu betapa sunyinya jadi aku,” ucapnya lirih. Tapi ia tetap tegar, karena baginya, setiap peluh dan air mata adalah bagian dari perjuangan. Guru perantau tidak meminta simpati, hanya ingin dunia tahu: bahwa di balik setiap pelajaran yang disampaikan, ada kisah pengorbanan yang tak terucap.
“Seandainya kamu merasakan jadi aku sebentar saja,” katanya dalam hati, mungkin kamu akan mengerti, bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi tapi panggilan jiwa……(Tim Website MTsN 6 Kerinci).

Jurnalis : Agustiawan
Fotografer : Rama Pandeska

 


243x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Ekskul PMR dan UKS MTsN 6 Kerinci: Menciptakan Generasi Sehat dan Tanggap 842x dibaca
  2. Bangun Karakter Religius Siswa Melalui Pelaksanaan Sholat Dhuha 191x dibaca
  3. Halal Bihalal PTK dan Siswa, Pererat Silaturahmi Pasca Idul Fitri 1446 H 185x dibaca
  4. MTsN 6 Kerinci Siap Gelar Pembagian Rapor MID Semester Ganjil 2025/2026, Guru Diharap Serahkan Nilai Tepat Waktu 789x dibaca
  5. MTsN 6 Kerinci Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Drs. H. Ruslan HS, M.Pd.I Bin H. Saat 128x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 6 Kerinci

Mars Madrasah