
Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Inilah ketetapan Allah yang tidak bisa ditunda dan tidak bisa dielakkan. Ia datang kapan saja, kepada siapa saja, tanpa membedakan usia, pangkat, ataupun harta.
Allah mengingatkan dalam Al-Qur'an:
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
(QS. Ali Imran: 185)
Dunia hanyalah persinggahan. Kita datang tanpa membawa apa-apa dan akan kembali kepada Allah tanpa membawa apa-apa, kecuali amal, keikhlasan, dan hati yang bersih.
Kabar kematian bukan sekadar duka. Ia adalah panggilan lembut agar kita kembali mengingat Allah: bahwa waktu untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan menebar kebaikan tidak selamanya terbuka. Betapa sering kita menunda - menunda shalat, menunda sedekah, menunda meminta maaf, padahal ajal tidak pernah memberi janji.
Rasulullah ? bersabda:
Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (yaitu kematian).
(HR. Tirmidzi)
Mengingat kematian bukan untuk menakutkan, tetapi untuk melembutkan hati; agar kita tidak sombong, tidak terlalu cinta dunia, dan siap pulang menghadap Allah dengan sebaik-baik amal.
Selama napas masih ada, mari kita perbanyak istighfar, jaga shalat, tolong sesama, perbaiki akhlak, dan mohon agar Allah meneguhkan kita di jalan-Nya.
Semoga ketika saat itu tiba, kita memperoleh husnul khatimah, dimudahkan hisab, dilapangkan kubur, dan dikumpulkan bersama orang-orang saleh. (ilisnawati)
|
991x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...