
Kerinci, 20/03/2026 Perbedaan dalam penetapan dan perayaan Hari Raya di tengah umat Islam kembali menjadi perhatian masyarakat. Namun, perbedaan tersebut sejatinya bukanlah bentuk perpecahan, melainkan wujud keberagaman dalam metode penentuan awal bulan Hijriah, yakni melalui rukyat (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Madrasah MTsN 6 Kerinci Ibu Ermalis, S. Pd.I., M. Pd, yang menegaskan bahwa masyarakat hendaknya menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak dan penuh toleransi. Menurutnya, perbedaan yang ada justru menjadi kekayaan dalam kehidupan beragama.
“Perbedaan dalam perayaan Hari Raya bukanlah menampakkan perpecahan dalam umat Islam, tetapi suatu keberagaman dalam perhitungan melalui rukyat dan hisab,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa setiap metode yang digunakan memiliki dasar hukum yang kuat dan telah menjadi bagian dari khazanah keilmuan Islam sejak lama. Oleh karena itu, tidak seharusnya perbedaan tersebut menjadi alasan untuk saling menyalahkan.
“Hendaklah perbedaan ini bisa memperkaya budaya kita dan jangan saling berdebat bahwa kitalah yang paling benar, karena semua yang dilakukan memiliki dasar hukum masing-masing,” ungkap beliau mengakhiri wawancara.
Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat menjaga persatuan dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, terutama dalam momen penting seperti Hari Raya yang sejatinya menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan
|
100x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...