
Kerinci, 10/04/2026 Di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, nilai-nilai kekeluargaan yang dahulu menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat kini mulai memudar. Fenomena ini bukan sekadar perubahan sosial biasa, melainkan sebuah alarm serius yang menandakan potensi rapuhnya sendi-sendi kehidupan di masa mendatang.
Kehidupan yang semakin individualistis membuat interaksi antar anggota keluarga menjadi semakin terbatas. Kesibukan pekerjaan, penggunaan gawai secara berlebihan, hingga gaya hidup yang cenderung mementingkan diri sendiri telah mengikis kebersamaan yang dulu begitu hangat. Momen berkumpul bersama keluarga, berbincang santai, atau sekadar makan bersama kini menjadi hal yang semakin jarang ditemui.
Tidak hanya di lingkungan keluarga inti, lunturnya rasa kekeluargaan juga terlihat dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai gotong royong, saling membantu, dan kepedulian sosial perlahan tergeser oleh sikap acuh tak acuh. Padahal, budaya kebersamaan tersebut merupakan ciri khas yang selama ini menjadi kekuatan bangsa.
Para pemerhati sosial menilai bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dampaknya akan sangat besar di masa depan. Generasi muda berpotensi tumbuh tanpa memiliki empati yang kuat, mudah terpengaruh konflik, serta kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya. Hal ini tentu dapat memicu berbagai permasalahan, mulai dari meningkatnya konflik sosial hingga melemahnya persatuan.
Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian bersama, baik bagi keluarga, lembaga pendidikan, maupun pemerintah. Upaya menanamkan kembali nilai-nilai kekeluargaan harus dilakukan sejak dini, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang hangat, memberikan teladan, serta menciptakan suasana kebersamaan di rumah.
Selain itu, sekolah juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai karakter seperti empati, kerja sama, dan saling menghargai melalui berbagai kegiatan. Sementara itu, masyarakat perlu kembali menghidupkan tradisi kebersamaan seperti gotong royong dan kegiatan sosial lainnya.
Hilangnya rasa kekeluargaan bukanlah sesuatu yang tidak bisa diperbaiki. Dengan kesadaran dan usaha bersama, nilai-nilai tersebut dapat kembali dihidupkan. Jika tidak, maka kekhawatiran akan runtuhnya sendi kehidupan di masa depan bukanlah sekadar wacana, melainkan ancaman nyata yang harus dihadapi. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

|
52x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...