
Kerinci (MTsN 6 Kerinci) - Suasana pagi yang cerah di MTsN 6 Kerinci, Rabu (29/4) diwarnai dengan pemandangan yang sarat makna edukasi. Saat guru piket menyambut kedatuan siswa di gerbang, terlihat sebuah kebiasaan yang terus dijaga. Baik antar guru, siswa, maupun antara guru dan siswa lawan jenis, tidak bersentuhan langsung saat bersalaman. Ini adalah penerapan nyata dari prinsip tidak bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram.

Alih-alih bersalaman dengan menggenggam tangan, para siswa dan guru menempelkan telapak tangan kanan ke dada sambil mengucapkan salam. Kepala madrasah, Ibu Ermalis, S.Pd.I., M.Pd., juga turut serta dalam penerapan ini. "Ini bukan sekadar formalitas, tapi pendidikan karakter dan akhlak. Kami membiasakan siswa untuk mengamalkan ajaran Islam, dimulai dari hal yang kecil sekalipun," jelasnya saat dijumpai di lokasi.
Gerakan ini mendapat apresiasi dari para siswa. "Awalnya sedikit canggung, tapi sekarang sudah biasa. Rasanya lebih nyaman dan menghargai," ujar Azzahra, siswi kelas VIII. Para guru juga mengaku mendukung penuh kebijakan ini. "Ini adalah bagian dari proses membentuk generasi yang paham batasan dalam pergaulan," terang Ibu Nurasiah, S.P., salah satu guru piket.

Pembinaan ini tidak hanya dilakukan di gerbang. Dalam interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah, kultur menjaga jarak dan tidak bersentuhan langsung dengan lawan jenis juga terus ditekankan. MTsN 6 Kerinci berharap, dengan pembiasaan ini, para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih Islami, bukan hanya dalam ritual ibadah, namun juga dalam adab pergaulan sehari-hari.
Jurnalis/Editor : Rian Putra H, S.Pd., M.Pd
|
201x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...