
Kerinci, 01/05/2026 Menjelang pelaksanaan acara perpisahan siswa kelas IX yang akan digelar pada tanggal 7 Mei 2026 mendatang, suasana haru mulai terasa di lingkungan MTsN 6 Kerinci. Berbagai persiapan dilakukan demi menyukseskan kegiatan tahunan tersebut, mulai dari latihan tari, penampilan seni, hingga penyusunan pidato dan pesan perpisahan yang akan menjadi momen paling menyentuh dalam acara nanti.
Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam persiapan tersebut adalah Celsa Angelia, Purna Paskibra Kecamatan Danau Kerinci Barat yang dipercaya untuk membawakan pidato perpisahan mewakili seluruh siswa kelas IX. Dengan penuh penghayatan dan rasa haru, Celsa berlatih menyampaikan setiap kalimat yang nantinya akan menjadi ungkapan perasaan para siswa yang sebentar lagi meninggalkan madrasah tercinta.
Dalam pidatonya nanti, Celsa akan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang selama ini dengan sabar mendidik, membimbing, dan mengarahkan siswa hingga sampai pada titik kelulusan. Tidak hanya itu, ia juga akan mengenang berbagai kisah perjuangan, tawa, kebersamaan, serta suka duka yang telah mereka lalui selama menempuh pendidikan di MTsN 6 Kerinci.
Suasana latihan semakin terasa emosional ketika Zaim Ashrof, siswa yang dipercaya sebagai pengganti generasi berikutnya, turut membawakan seuntai kata perpisahan dan pesan sebagai adik yang akan ditinggalkan. Dengan suara penuh ketulusan, Zaim mencoba menyampaikan rasa kehilangan atas kakak-kakak kelas yang selama ini menjadi contoh dan motivasi bagi mereka di madrasah.
Dalam pesan yang dipersiapkannya, Zaim mengungkapkan bahwa kepergian kakak kelas IX bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan kehilangan sosok yang telah banyak memberi warna dalam kehidupan sekolah. Baginya, para kakak kelas adalah tempat belajar tentang disiplin, tanggung jawab, semangat, dan kebersamaan.
Demi memberikan penampilan terbaik pada hari perpisahan nanti, Celsa dan Zaim tampak serius menjalani latihan bersama. Mereka saling membantu memperbaiki intonasi suara, penghayatan, hingga cara penyampaian agar pesan yang disampaikan benar-benar dapat menyentuh hati seluruh hadirin.
Latihan yang dilakukan bukan hanya sekadar menghafal teks pidato dan kata-kata perpisahan, namun juga menjadi ruang untuk mengenang kebersamaan yang selama ini terjalin di madrasah. Sesekali suasana latihan dipenuhi tawa, namun tidak jarang pula berubah menjadi hening ketika membahas tentang perpisahan dan masa depan yang akan memisahkan langkah mereka.
Beberapa guru yang menyaksikan latihan tersebut mengaku bangga melihat kesungguhan para siswa dalam mempersiapkan acara perpisahan. Mereka menilai kegiatan seperti ini bukan hanya melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga mengajarkan makna menghargai sebuah pertemuan dan perpisahan.
Perpisahan memang menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan kehidupan. Setelah bertahun-tahun belajar bersama, bermain bersama, dan berjuang bersama, kini waktu perlahan membawa mereka menuju jalan masing-masing. Ada yang akan melanjutkan pendidikan ke tempat baru, ada pula yang mungkin tidak lagi bisa bertemu setiap hari seperti biasanya.
Namun dari semua itu, kenangan yang tercipta di MTsN 6 Kerinci akan tetap hidup dalam ingatan. Suara langkah sepatu di lorong madrasah, canda tawa di ruang kelas, nasihat guru, hingga latihan bersama menjelang acara perpisahan akan menjadi bagian dari cerita yang suatu hari nanti akan dirindukan.
Tanggal 7 Mei 2026 nanti bukan hanya menjadi hari pelepasan siswa kelas IX, tetapi juga menjadi saksi bagaimana sebuah kebersamaan akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal. Meski berat, semua percaya bahwa setiap perpisahan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk menggapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan
|
341x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...