Selamat Datang di Website Resmi MTSN 6 Kerinci # Jln. Padang Baru, Desa Permai Baru, Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi # MTsN 6 Kerinci Menerima Peserta Didik Baru Tapel 2025/2026 # Madrasah Hebat Bermartabat # Selamat Datang di Website Resmi MTsN 6 Kerinci
Diposting Pada: Minggu, 17 Mei 2026

Teknologi Digital dan Lunturnya Nilai Sosial dalam Dunia Pendidikan

Teknologi Digital dan Lunturnya Nilai Sosial dalam Dunia Pendidikan

Kerinci, 17/05/2026 Perkembangan teknologi digital di era modern saat ini memang membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Hampir seluruh aktivitas kini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi, mulai dari komunikasi, pekerjaan, hiburan hingga dunia pendidikan. Kehadiran telepon pintar, internet, aplikasi pembelajaran serta kecerdasan buatan dianggap mampu mempermudah pekerjaan manusia dan mempercepat akses informasi. Namun di balik semua kemudahan itu, ternyata ada sisi lain yang mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama dalam kehidupan sosial dan dunia pendidikan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi memang memiliki manfaat besar. Banyak pekerjaan menjadi lebih cepat selesai, informasi mudah diperoleh dan komunikasi dapat dilakukan tanpa batas jarak dan waktu. Akan tetapi, perkembangan teknologi digital juga membawa dampak negatif yang perlahan mulai mengikis nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Bahkan sebagian orang menilai bahwa dampak negatif tersebut kini jauh lebih dominan dibandingkan manfaat yang dirasakan jika tidak digunakan dengan bijak.
Salah satu dampak yang paling terasa adalah mulai menurunnya peran manusia sebagai makhluk sosial. Dahulu masyarakat terbiasa berkumpul, berdiskusi, saling membantu dan menjalin hubungan yang erat antar sesama. Anak-anak bermain bersama di halaman rumah, remaja aktif dalam kegiatan sosial dan orang dewasa terbiasa bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Namun kini suasana itu perlahan mulai berubah. Kehadiran gadget dan media sosial membuat banyak orang lebih sibuk dengan dunianya sendiri dibandingkan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Di berbagai tempat sering terlihat pemandangan yang memprihatinkan. Sekelompok orang duduk bersama, namun masing-masing sibuk menatap layar telepon genggamnya tanpa ada komunikasi yang berarti. Hubungan kekeluargaan yang dahulu hangat kini terasa semakin renggang karena setiap anggota keluarga lebih asyik dengan dunia digital masing-masing. Rasa peduli terhadap lingkungan sekitar pun mulai berkurang karena manusia merasa mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
Fenomena ini juga mulai dirasakan dalam dunia pendidikan. Kehadiran teknologi digital memang membantu guru dalam proses administrasi dan pembelajaran, namun di sisi lain teknologi juga menjadi beban baru bagi sebagian tenaga pendidik. Saat ini guru tidak hanya dituntut mengajar di kelas, tetapi juga harus menguasai berbagai aplikasi digital, membuat laporan berbasis online, menginput data serta mengikuti berbagai sistem yang semuanya menggunakan teknologi.
Tidak semua guru memiliki kemampuan yang sama dalam memahami perkembangan teknologi digital. Ada guru yang mampu menyesuaikan diri dengan cepat, namun tidak sedikit pula yang merasa kesulitan mengikuti perubahan yang begitu cepat. Akibatnya banyak guru menjadi lebih sibuk mengurus administrasi digital dibandingkan membangun kedekatan emosional dengan peserta didik. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mendidik karakter siswa justru habis karena tuntutan pekerjaan berbasis teknologi.
Kondisi ini tentu berdampak pada siswa. Pembelajaran yang dahulu penuh interaksi, diskusi dan kerja sama perlahan mulai berubah menjadi pembelajaran yang bergantung pada layar dan perangkat digital. Anak-anak menjadi lebih individualis, kurang berinteraksi dan mulai kehilangan rasa empati terhadap sesama. Mereka lebih cepat mengenal dunia maya dibandingkan memahami kehidupan sosial di lingkungan nyata.
Padahal sejatinya pendidikan bukan hanya tentang kemampuan akademik dan kecanggihan teknologi semata. Pendidikan adalah proses membentuk karakter, menanamkan adab, mengajarkan kerja sama serta membangun rasa peduli terhadap sesama manusia. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga tempat belajar menghargai orang lain, belajar bersosialisasi dan belajar hidup bermasyarakat.
Oleh karena itu, banyak pihak berharap agar para pemegang kebijakan pendidikan dapat kembali menyeimbangkan penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan. Teknologi memang penting, namun jangan sampai menghilangkan nilai-nilai sosial yang menjadi ciri kehidupan manusia. Pembelajaran hendaknya tidak sepenuhnya bergantung pada sistem digital, tetapi tetap mengedepankan interaksi langsung, kerja sama kelompok serta pendidikan karakter.
Guru perlu diberi ruang untuk lebih fokus mendidik siswa, bukan hanya dibebani dengan administrasi digital yang terus bertambah. Siswa juga perlu diajak kembali memahami arti kebersamaan, gotong royong dan pentingnya hidup bermasyarakat. Jangan sampai generasi masa depan tumbuh menjadi manusia yang egoistis, individualis dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar hanya karena terlalu larut dalam dunia digital.
Teknologi seharusnya menjadi alat bantu untuk mempermudah kehidupan manusia, bukan menggantikan nilai kemanusiaan itu sendiri. Sebab secanggih apa pun teknologi yang dimiliki, manusia tetap membutuhkan kasih sayang, kepedulian dan interaksi sosial dalam menjalani kehidupan. Tanpa itu semua, kemajuan zaman justru akan membuat manusia kehilangan jati dirinya sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

 


34x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Penutupan Class Meeting MTsN 6 Kerinci dan Pemberian Hadiah Pemenang 2289x dibaca
  2. Kepala MTsN 6 Kerinci Hadiri Rakor KKM MA dan MTs Se-Provinsi Jambi Bahas Transparansi Dana BOS dan Keterbukaan Informasi Publik 145x dibaca
  3. Siswa Kelas VIII E Pimpin Pembacaan Yasin Mingguan di MTsN 6 Kerinci 52x dibaca
  4. Zelia Peserta OMI Mapel IPA Berjuang dengan Susah Payah Selesaikan Kompetisi 337x dibaca
  5. MTsN 6 Kerinci Gelar Pertemuan Wali Murid Jelang TKA, Ujian Akhir Semester dan Perpisahan 669x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 6 Kerinci

Mars Madrasah