
Kerinci, 22 Mei 2026. Hari ketiga pelaksanaan ujian praktek di madrasah berlangsung dengan suasana yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Jika pada ujian praktek sebelumnya para siswa melaksanakan ujian secara tatap muka di ruang kelas, maka kali ini mata pelajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) dilaksanakan secara daring. Pelaksanaan ujian secara online ini menjadi pengalaman pertama sekaligus tantangan baru bagi seluruh peserta didik maupun guru pengampu mata pelajaran.
Sejak pagi hari para siswa sudah mempersiapkan diri dari rumah masing-masing dengan perangkat telepon genggam dan jaringan internet yang memadai. Beberapa siswa tampak gugup karena khawatir koneksi internet terganggu saat membaca ayat suci Al-Qur’an di hadapan guru penguji. Namun demikian, semangat mereka untuk mengikuti ujian tetap tinggi demi memberikan hasil terbaik.
Pelaksanaan ujian daring BTA ini menjadi sesuatu yang cukup unik karena dalam mata pelajaran tersebut ketelitian sangat dibutuhkan. Guru tidak hanya menilai kelancaran membaca, tetapi juga harus memperhatikan tajwid, makharijul huruf, panjang pendek bacaan, hingga adab siswa saat membaca Al-Qur’an. Tantangan itulah yang membuat para guru harus lebih fokus dibandingkan ujian praktek lainnya.
Guru mata pelajaran BTA menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian secara daring membutuhkan konsentrasi ekstra. Suara yang terkadang terputus-putus akibat jaringan internet membuat guru harus benar-benar mencermati setiap huruf yang dibaca siswa. Kesalahan kecil dalam pengucapan bisa saja tidak terdengar jelas apabila koneksi sedang kurang stabil. Oleh sebab itu, beberapa siswa diminta mengulang bacaan agar penilaian dapat dilakukan dengan tepat dan adil.
Meski menghadapi berbagai kendala teknis, pelaksanaan ujian tetap berjalan dengan tertib. Para siswa terlihat berusaha semaksimal mungkin menjaga kualitas suara dan mencari tempat yang tenang agar bacaan mereka terdengar jelas. Ada pula siswa yang harus berpindah lokasi demi mendapatkan sinyal internet yang lebih baik. Semua itu dilakukan agar ujian dapat berjalan lancar tanpa mengurangi makna dan tujuan dari pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an itu sendiri.
Pihak madrasah memberikan apresiasi kepada guru BTA yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Pelaksanaan ujian daring ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran agama juga dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya. Kesabaran guru dalam mendengarkan satu per satu bacaan siswa menjadi bentuk pengabdian yang luar biasa demi memastikan peserta didik tetap mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Hari ketiga ujian praktek ini akhirnya menjadi pengalaman berharga bagi seluruh warga madrasah. Tidak hanya menguji kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga melatih kesiapan mereka menghadapi perubahan sistem pembelajaran di era digital. Di balik segala tantangan yang ada, tersimpan harapan besar agar para siswa tetap mencintai Al-Qur’an dan terus memperbaiki bacaannya di mana pun dan dalam kondisi apa pun. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan
|
29x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...