Selamat Datang di Website Resmi MTSN 6 Kerinci # Jln. Padang Baru, Desa Permai Baru, Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi # MTsN 6 Kerinci Menerima Peserta Didik Baru Tapel 2025/2026 # Madrasah Hebat Bermartabat # Selamat Datang di Website Resmi MTsN 6 Kerinci
Diposting Pada: Jumat, 05 Juni 2026

Ujian Menggunakan Kertas, Terlihat Kuno Namun Tetap Efektif Melatih Daya Pikir Siswa

Ujian Menggunakan Kertas, Terlihat Kuno Namun Tetap Efektif Melatih Daya Pikir Siswa

Kerinci, 05/06/2026 Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang merambah dunia pendidikan, pelaksanaan ujian berbasis kertas mungkin dianggap sebagai metode yang sudah ketinggalan zaman. Banyak sekolah dan madrasah berlomba-lomba menerapkan ujian berbasis komputer maupun gawai dengan alasan mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan efisiensi. Namun di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi, ujian menggunakan kertas ternyata masih memiliki sejumlah keunggulan yang tidak bisa diabaikan.
Salah satu manfaat utama ujian berbasis kertas adalah kemampuannya dalam melatih siswa untuk berpikir lebih mendalam. Hal ini terutama terlihat pada pelaksanaan ujian esai, di mana peserta didik tidak hanya diminta memilih jawaban yang tersedia, tetapi harus mampu menyusun jawaban berdasarkan pemahaman, analisis, serta kemampuan menghubungkan berbagai konsep yang telah dipelajari.
Dalam ujian esai, siswa dituntut untuk membaca soal dengan cermat, memahami maksud pertanyaan, kemudian merumuskan jawaban menggunakan bahasa mereka sendiri. Proses ini secara tidak langsung melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan menulis yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Berbeda dengan ujian yang menggunakan gawai, pelaksanaan ujian dengan kertas dinilai mampu meminimalisir gangguan yang berasal dari perangkat digital. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian siswa saat ini sangat bergantung pada teknologi. Kebiasaan mencari jawaban secara instan melalui internet sering kali membuat mereka kurang terdorong untuk mempelajari materi secara mendalam.
Sejumlah pendidik menilai bahwa penggunaan gawai dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan evaluasi terkadang menimbulkan efek samping yang kurang baik. Sebagian siswa menjadi lebih fokus pada cara mendapatkan jawaban dengan cepat daripada memahami konsep yang sedang dipelajari. Akibatnya, kemampuan bernalar dan daya ingat siswa dapat berkurang karena terlalu sering mengandalkan teknologi.
Fenomena ini mulai menjadi perhatian sejumlah sekolah ternama di Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci. Beberapa satuan pendidikan bahkan mulai kembali menerapkan ujian berbasis kertas, khususnya untuk mata pelajaran tertentu yang membutuhkan kemampuan analisis dan penalaran tinggi. Langkah tersebut diambil setelah dilakukan berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan ujian berbasis digital selama beberapa tahun terakhir.
Para pendidik menyadari bahwa teknologi memang memberikan banyak manfaat, namun penggunaannya perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, ujian kertas terutama dalam bentuk esai masih dianggap lebih efektif dibandingkan ujian yang sepenuhnya mengandalkan perangkat elektronik.
Selain itu, ujian kertas juga mengajarkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada siswa. Ketika berhadapan langsung dengan lembar soal dan lembar jawaban, siswa dituntut mengandalkan kemampuan sendiri. Mereka belajar menghargai proses belajar yang telah dilakukan selama satu semester dan memahami bahwa keberhasilan tidak dapat diperoleh secara instan.
Guru-guru juga memiliki kesempatan lebih luas untuk menilai kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Dari jawaban yang ditulis siswa, guru dapat melihat cara berpikir, tingkat pemahaman materi, kemampuan menyusun argumentasi, hingga kemampuan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Meski demikian, bukan berarti teknologi harus ditinggalkan. Dunia pendidikan tetap membutuhkan pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang mendukung proses belajar mengajar. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu menempatkan teknologi secara proporsional sehingga tidak mengurangi kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir peserta didik.
Pada akhirnya, ujian menggunakan kertas memang mungkin terlihat kuno di era digital saat ini. Namun jika mampu melatih siswa berpikir kritis, meningkatkan kemampuan menulis, menumbuhkan kejujuran, serta mendorong mereka belajar lebih serius, maka metode tersebut masih sangat relevan untuk dipertahankan. Pendidikan yang baik bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan memastikan bahwa setiap peserta didik benar-benar memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan berpikir yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

 


106x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Info Pelatihan Pintar Bulan Juli 2024 663x dibaca
  2. Tadarus Sebelum Dhuha di Musholla MTsN 6 Kerinci, Wujud Pembiasaan Ibadah Sejak Dini 213x dibaca
  3. Pembukaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil Tahun Ajaran 2024/2025 280x dibaca
  4. VIII A Lolos ke Final Usai Taklukkan VII A 2-0 di Semifinal Pertama Futsal HUT RI ke-80 MTsN 6 Kerinci 110x dibaca
  5. Kepala MTsN 6 Kerinci adakan pertemuan Bahas Keberlanjutan Tenaga Honorer tahun 2026 1033x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 6 Kerinci

Mars Madrasah