
Kerinci, 14/06/2026 Keterbatasan untuk hadir secara langsung tidak menjadi penghalang bagi semangat berkarya dan mendampingi peserta didik. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Wali Kelas VIII A MTsN 6 Kerinci, Febrita Melati Setiawan, S.Pd., Gr., yang akrab disapa Bu Imel, saat membimbing siswanya melalui video call dalam proses pembuatan video SPMB untuk mengikuti lomba dalam rangka memperingati 1 Muharam.
Melalui sambungan video, Bu Imel aktif memberikan arahan, masukan, serta motivasi kepada para siswa agar hasil video yang dibuat dapat tampil maksimal. Meski tidak berada di lokasi, komunikasi tetap berjalan dengan baik berkat pemanfaatan teknologi yang memudahkan koordinasi antara guru dan peserta didik.
Dalam proses tersebut, Bu Imel banyak berdiskusi dengan Zaim Ashrof, selaku Ketua Kelas VIII A. Keduanya bertukar pendapat mengenai konsep video, pembagian peran, pengambilan gambar, hingga penyampaian pesan yang ingin ditampilkan dalam karya tersebut. Zaim juga berperan sebagai penghubung antara wali kelas dengan seluruh anggota tim yang sedang bekerja di lapangan.
Kondisi ini terjadi karena Bu Imel saat ini harus mendampingi buah hatinya yang masih bayi sehingga belum memungkinkan untuk meninggalkan rumah dalam waktu yang lama. Meski demikian, rasa tanggung jawab sebagai seorang pendidik tetap menjadi prioritas. Ia memilih memanfaatkan teknologi komunikasi agar proses pembimbingan kepada siswa tetap dapat berlangsung tanpa mengurangi kualitas pendampingan.
"Jarak bukanlah alasan untuk berhenti membimbing. Yang terpenting adalah komunikasi tetap terjalin dan siswa tetap mendapatkan arahan selama proses pembuatan video," ungkap Bu Imel saat memberikan motivasi kepada siswanya melalui video call.
Semangat tersebut mendapat apresiasi dari para siswa. Mereka merasa tetap didampingi meskipun wali kelas tidak hadir secara fisik. Arahan yang diberikan secara langsung melalui video call membuat proses pengambilan gambar berjalan lebih terarah, sementara setiap kendala yang muncul dapat segera didiskusikan bersama.
Zaim Ashrof mengaku senang karena wali kelasnya tetap meluangkan waktu untuk membimbing mereka. Menurutnya, perhatian dan dedikasi Bu Imel menjadi penyemangat bagi seluruh anggota kelas untuk memberikan hasil terbaik dalam lomba tersebut.
"Kami merasa Bu Imel tetap bersama kami meskipun melalui layar ponsel. Beliau terus memberikan ide dan semangat sehingga kami semakin percaya diri menyelesaikan video ini," ujar Zaim.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dalam dunia pendidikan. Kehadiran guru tidak selalu harus dilakukan secara tatap muka, tetapi juga dapat diwujudkan melalui komunikasi daring yang efektif ketika keadaan mengharuskan demikian.
Lebih dari sekadar mengikuti perlombaan, proses pembuatan video SPMB ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bekerja sama, menghargai pendapat teman, meningkatkan kreativitas, serta melatih kemampuan berkomunikasi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Tahun Baru Islam, yang mengajarkan pentingnya hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab.
Dedikasi yang ditunjukkan Bu Imel menjadi inspirasi bahwa seorang pendidik akan selalu berupaya hadir untuk peserta didiknya dalam berbagai keadaan. Di sisi lain, kekompakan siswa Kelas VIII A menunjukkan bahwa kerja sama, komunikasi, dan saling percaya merupakan modal utama dalam menghasilkan karya yang membanggakan.
Semoga video yang dipersiapkan oleh Kelas VIII A mampu memberikan hasil terbaik pada lomba peringatan 1 Muharam. Namun lebih dari itu, pengalaman berkolaborasi antara guru dan siswa ini menjadi pelajaran berharga bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi madrasah tercinta. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

|
74x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...