
Kerinci, 16/08/2026 Pagi itu, suasana yang semula dipenuhi rasa lelah setelah maraton mendadak berubah menjadi lebih ceria. Bukan karena tenaga tiba-tiba kembali penuh, melainkan karena aroma sate yang menguar dari kejauhan sukses menggoda hidung dan membangkitkan selera makan.
Setelah berlari dan mengeluarkan banyak tenaga, tentu perut mulai memberikan tanda-tanda. Nah, ketika aroma sate mulai tercium, rasanya langkah kaki yang tadinya berat pun kembali bersemangat. Asap tipis dari pembakaran sate berpadu dengan aroma bumbu yang khas, membuat siapa saja yang berada di sekitar lokasi spontan menoleh.
“Baru selesai maraton, langsung disambut aroma sate. Ini namanya ujian kesabaran,” canda salah seorang peserta sambil tersenyum.
Suasana pun semakin meriah. Para peserta yang sebelumnya sibuk mengatur napas dan beristirahat mulai berbincang sambil menikmati hidangan. Aroma sate yang menggugah selera seolah menjadi hadiah sederhana setelah perjuangan menuntaskan maraton.
Pagi itu bukan hanya tentang berlari sejauh mungkin, tetapi juga tentang kebersamaan, canda tawa, dan menikmati momen setelah aktivitas. Maraton boleh selesai, tetapi perjuangan melawan rasa lapar justru baru dimulai!
Aroma sate memang sederhana, tetapi setelah maraton, wanginya bisa terasa seperti panggilan resmi untuk sarapan. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan
|
15x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...