
Kerinci, 20/09/2026 Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan aliran sungai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, berdiri sebuah tempat ibadah sederhana yang menyimpan makna mendalam bagi warga Tanjung Pauh Hilir. Mushalla Nur Ikhlas hadir di tengah aktivitas masyarakat yang setiap hari bekerja dan berjuang mencari rezeki.
Letaknya yang berada di tepi sawah dan sungai membuat Mushalla Nur Ikhlas seolah menjadi pengingat bahwa kesibukan mencari penghidupan hendaknya tidak membuat manusia lupa kepada Sang Pemberi Rezeki.
Bagi warga sekitar, sawah dan sungai bukan sekadar pemandangan. Keduanya menjadi bagian dari kehidupan dan tempat masyarakat menggantungkan ikhtiar. Sejak pagi, warga telah beraktivitas, mengolah sawah, mencari hasil sungai, maupun menjalankan berbagai pekerjaan lainnya.
Namun, di tengah kesibukan tersebut, suara azan dan keberadaan Mushalla Nur Ikhlas menjadi pengingat untuk sejenak meninggalkan aktivitas duniawi dan menghadap Allah SWT.
“Rezeki boleh kita cari, tetapi shalat jangan ditinggalkan. Kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi jangan sampai pekerjaan membuat kita lupa kepada Allah,” ungkap Zolky, salah seorang warga Tanjung Pauh Hilir.
Menariknya, Zolky merupakan alumni MTsNegeri 6 Kerinci, yang pada masa dirinya menempuh pendidikan dahulu masih dikenal dengan nama MTsNegeri Danau Kerinci. Kenangan sebagai seorang pelajar madrasah turut membentuk cara pandangnya bahwa pendidikan agama bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai agama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberadaan mushalla di tengah lingkungan masyarakat memiliki arti yang sangat penting. Mushalla bukan hanya tempat melaksanakan shalat, tetapi juga menjadi tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah, berkumpul dalam kegiatan keagamaan, serta mengingatkan sesama untuk senantiasa menjaga ibadah.
Pemandangan Mushalla Nur Ikhlas yang berdiri di antara sawah dan sungai juga menghadirkan suasana yang menenangkan. Di satu sisi, terlihat masyarakat berjibaku mencari rezeki. Di sisi lain, terdapat tempat untuk bersujud dan memanjatkan doa.
Seakan-akan alam dan mushalla tersebut menyampaikan pesan sederhana: manusia memang diperintahkan untuk berusaha, tetapi hasil dari setiap usaha tetap berada dalam kehendak Allah SWT.
“Kita tetap harus bekerja, tetap harus berusaha, tetapi ketika waktu shalat tiba, jangan ditunda-tunda. Rezeki tidak akan tertukar, sementara waktu shalat terus berjalan,” lanjut Zolky.
Pesan tersebut menjadi refleksi sederhana bagi siapa saja yang melintas maupun beraktivitas di sekitar Mushalla Nur Ikhlas. Kesibukan mencari rezeki merupakan bagian dari kehidupan, tetapi ibadah tetap menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
Mushalla Nur Ikhlas akhirnya bukan hanya sebuah bangunan di tepi sawah dan sungai. Ia menjadi simbol keseimbangan kehidupan masyarakat: tangan tetap bekerja, kaki tetap melangkah mencari rezeki, tetapi hati tetap mengingat Allah SWT.
Dari Tanjung Pauh Hilir, pesan itu terasa begitu sederhana namun dalam: rezeki dicari dengan ikhtiar, sementara keberkahan dicari melalui ketaatan. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

|
22x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...