
KERINCI – MTsN 6 Kerinci terus menggaungkan penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai salah satu poin utama dalam program Madrasah Berbasis Pesantren (MABARPREN). Setiap pagi, para guru piket dengan penuh kehangatan menyambut siswa di gerbang madrasah, menebarkan senyum, mengucapkan salam, dan menyapa dengan ramah. Namun, ada satu keunikan yang menjadi ciri khas: salam yang dilakukan antara lawan jenis tidak dilakukan dengan bersentuhan.
Penerapan salam tanpa sentuhan ini merupakan bentuk pengamalan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga adab pergaulan antara lawan jenis yang bukan mahram. Baik antara guru dengan siswa, sesama guru, maupun sesama siswa, salam tetap dilakukan dengan penuh hormat namun tanpa kontak fisik. Caranya pun sederhana, yakni dengan menempelkan telapak tangan kanan ke dada sambil mengucapkan salam.
Kepala MTsN 6 Kerinci, Ibu Ermalis, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. "Kami ingin membiasakan siswa untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dari hal-hal kecil seperti cara bersalaman. Ini adalah wujud nyata dari Madrasah Berbasis Pesantren yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga adab dan akhlak," ujarnya.
Salah seorang guru piket, Ibu Nurasiah, S.P., menjelaskan bahwa pembiasaan ini telah berjalan dengan baik dan diterima oleh siswa. "Awalnya mungkin ada yang bertanya-tanya, tetapi setelah dijelaskan, mereka memahami dan melaksanakannya dengan kesadaran. Justru ini melatih mereka untuk lebih menjaga batasan dalam pergaulan," tuturnya.
Para siswa pun merespons positif pembiasaan ini. "Dengan cara salam seperti ini, kami merasa lebih nyaman dan tetap bisa menunjukkan rasa hormat kepada guru tanpa melanggar aturan agama," ujar Nagia, siswa kelas VIII.
Dengan terus menggaungkan budaya 5S yang diintegrasikan dengan nilai-nilai pesantren, MTsN 6 Kerinci berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman agama yang kuat. Pembiasaan pagi di gerbang madrasah menjadi langkah awal yang sederhana namun bermakna dalam membentuk karakter Islami siswa.
|
12x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...