
Kerinci, 16/10/2026 Semangat pengabdian dan kebersamaan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar MTsNegeri 6 Kerinci. Hanya beberapa jam sebelum perlombaan dimulai, Waka Sarana dan Prasarana (Sarpras), H. Riyanto, M. Pd., bersama Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) MTsN 6 Kerinci bergerak cepat mempersiapkan pelaksanaan final KOMPAS Kemenag 2026 setelah terjadi perubahan tuan rumah secara mendadak.
Sebelumnya, MAN 1 Kerinci telah ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan KOMPAS Kemenag 2026. Namun, karena keluarga besar madrasah tersebut sedang mengalami kedukaan, pelaksanaan kegiatan harus dialihkan ke tempat lain. Situasi ini menuntut adanya koordinasi dan persiapan dalam waktu yang sangat terbatas agar agenda yang telah direncanakan tetap dapat berlangsung dengan baik.
Di tengah kondisi yang tidak terduga tersebut, MTsN 6 Kerinci menunjukkan kesiapan untuk mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan. H. Riyanto, M. Pd., selaku Waka Sarpras, bersama PTK lainnya langsung melakukan berbagai persiapan sesuai kebutuhan pelaksanaan lomba. Penataan lokasi, pengecekan sarana dan prasarana, serta pengaturan kebutuhan teknis menjadi bagian penting dari pekerjaan yang harus diselesaikan dalam hitungan jam.
Bagi mereka, waktu yang sempit bukan alasan untuk menyerah pada keadaan. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi ujian bagi kekompakan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Setiap personel berupaya menjalankan tugas masing-masing demi memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan sebaik mungkin sebelum peserta dan tamu undangan berdatangan.
Kehadiran H. Riyanto bersama PTK MTsN 6 Kerinci dalam persiapan ini juga memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan madrasah tidak hanya ditentukan oleh peserta yang tampil di arena perlombaan. Ada kerja keras di balik layar yang sering kali tidak terlihat, mulai dari menyiapkan tempat, memastikan perlengkapan tersedia, hingga menjaga agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib dan lancar.
Di balik kesibukan tersebut, tersimpan pula nilai solidaritas antarmadrasah. Peralihan tuan rumah bukan sekadar perubahan lokasi, melainkan momentum untuk menunjukkan bahwa keluarga besar Kementerian Agama mampu saling mendukung ketika salah satu satuan pendidikan sedang menghadapi suasana duka. Penghormatan terhadap keluarga yang berduka tetap menjadi perhatian, sementara tanggung jawab terhadap agenda bersama diupayakan agar dapat terlaksana dengan baik.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh Waka Sarpras dan PTK MTsN 6 Kerinci menjadi gambaran nyata pentingnya kebersamaan dalam lingkungan pendidikan. Ketika keadaan berubah secara mendadak, koordinasi, kepedulian, dan kesediaan untuk bekerja bersama menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pelajaran bahwa pengabdian di madrasah tidak selalu berlangsung dalam situasi yang ideal. Terkadang, tugas datang tanpa banyak waktu untuk bersiap. Namun, dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, pekerjaan yang tampak berat dapat diupayakan secara bersama-sama.
Final KOMPAS Kemenag 2026 pun menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmadrasah, menumbuhkan sportivitas, dan memperkuat semangat persaudaraan dalam keluarga besar Kementerian Agama. Di balik persiapan yang dilakukan dalam waktu singkat, terdapat pesan kuat bahwa madrasah bukan hanya tempat untuk berkompetisi, tetapi juga tempat menumbuhkan kepedulian, solidaritas, dan pengabdian.
Bagi MTsN 6 Kerinci, keterlibatan dalam persiapan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan pendidikan dan kemadrasahan. Gerak cepat H. Riyanto bersama PTK menjadi bukti bahwa ketika kebersamaan menjadi landasan, keterbatasan waktu bukan penghalang untuk tetap berusaha memberikan yang terbaik. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

|
16x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...