
Kerinci, 16/10/2026 Ketika sebagian orang mulai beristirahat, semangat perjuangan justru masih menyala di lingkungan MTsNegeri 6 Kerinci. Seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) bahu-membahu berpacu dengan waktu untuk mendirikan tenda dan mempercantik dekorasi demi menyukseskan puncak final KOMPAS Kemenag Tahun 2026. Sistem Kebut Semalam (SKS) pun benar-benar berlaku, menguji kekompakan, ketahanan, dan rasa tanggung jawab seluruh keluarga besar madrasah.
Persiapan yang berlangsung pada Rabu, karena 15 Oktober 2026 akan ada final disini, menjadi gambaran nyata bahwa kesuksesan sebuah kegiatan besar tidak selalu lahir dari persiapan yang panjang dan situasi yang ideal. Terkadang, keadaan menuntut semua pihak bergerak lebih cepat, bekerja lebih keras, dan mengesampingkan rasa lelah demi sebuah tanggung jawab bersama.
Perubahan situasi menjelang pelaksanaan final KOMPAS 2026 membuat persiapan harus dilakukan dengan gerak cepat. MAN 1 Kerinci yang sebelumnya ditunjuk sebagai tuan rumah tengah mengalami kedukaan, sehingga pelaksanaan kegiatan dialihkan dan membutuhkan kesiapan seluruh pihak yang terlibat. Dalam keadaan tersebut, semangat kebersamaan menjadi kekuatan penting agar agenda yang telah direncanakan tetap dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Berpacu dengan Waktu, Bekerja Tanpa Mengenal Lelah
Di tengah kesibukan tersebut, Waka Sarana dan Prasarana MTsN 6 Kerinci, H. Riyanto, M. Pd., bersama seluruh PTK mengambil peran dalam mempersiapkan kebutuhan tenda dan dekorasi. Pekerjaan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari mendirikan tenda, menata perlengkapan, hingga menghias area agar tampak menarik dan layak menyambut puncak final KOMPAS 2026.
Tidak ada waktu untuk berlama-lama. Setiap pekerjaan harus diselesaikan dengan cepat, tetapi tetap memperhatikan kerapian dan keamanan. Ada yang fokus memasang bagian tenda, ada yang mengatur perlengkapan, sementara yang lain sibuk mempercantik dekorasi. Semua bergerak sesuai kebutuhan, saling membantu, dan berusaha memastikan tidak ada pekerjaan yang terbengkalai.
Malam yang semakin larut tidak serta-merta menghentikan aktivitas. Di bawah cahaya lampu dan di tengah suasana yang semakin sepi, semangat para PTK MTsN 6 Kerinci tetap terjaga. Rasa lelah tentu hadir, tetapi tanggung jawab yang diemban terasa lebih besar daripada keinginan untuk segera beristirahat.
Pemandangan ini menjadi bukti bahwa kerja sama bukan sekadar slogan yang tertulis dalam program kerja. Kekompakan justru terlihat ketika waktu semakin sempit, pekerjaan menumpuk, dan semua orang dituntut memberikan kontribusi nyata.
Bukan Sekadar Mendirikan Tenda, tetapi Menjaga Nama Baik Madrasah
Bagi keluarga besar MTsN 6 Kerinci, mendirikan tenda dan menghiasinya bukan hanya pekerjaan teknis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga nama baik madrasah sekaligus menunjukkan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan agenda besar Kementerian Agama.
Tenda yang berdiri dan dekorasi yang tertata menjadi representasi dari kerja keras banyak tangan. Di balik tampilan yang nantinya dinikmati para peserta dan tamu, terdapat pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, serta kebersamaan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
H. Riyanto, M. Pd., selaku Waka Sarana dan Prasarana, bersama PTK lainnya menjadi bagian dari gerak bersama tersebut. Tugas sarana dan prasarana dalam situasi seperti ini membutuhkan ketelitian sekaligus kemampuan berkoordinasi. Ketika waktu persiapan terbatas, komunikasi dan gotong royong menjadi kunci agar setiap kebutuhan dapat ditangani dengan baik.
Semangat yang diperlihatkan seluruh PTK juga mencerminkan budaya kerja yang ingin terus dipelihara di lingkungan madrasah: saling mendukung, tidak mudah menyerah, dan bersedia mengambil bagian ketika institusi membutuhkan tenaga serta pikiran bersama.
KOMPAS 2026, Momentum Membuktikan Kekompakan
Puncak final KOMPAS Kemenag 2026 bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kesiapan, kreativitas, dan solidaritas antarmadrasah. Karena itu, persiapan lokasi menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Bagi MTsN 6 Kerinci, pengalaman bekerja dalam situasi mendesak ini memberikan pelajaran berharga. Tantangan yang datang secara tiba-tiba tidak harus menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, keadaan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kebersamaan mampu melahirkan kekuatan yang luar biasa.
Semangat Sistem Kebut Semalam yang terlihat pada 15 Oktober 2026 mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang memiliki waktu paling banyak, tetapi juga oleh siapa yang mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Meski pekerjaan berlangsung hingga malam, harapan seluruh keluarga besar madrasah tetap sama: seluruh persiapan dapat selesai dengan baik, lokasi kegiatan tampil menarik, dan puncak final KOMPAS 2026 berlangsung lancar serta memberikan kesan positif bagi semua pihak.
Malam itu, tenda bukan sekadar berdiri di atas tanah, melainkan menjadi simbol perjuangan dan kekompakan. Di balik setiap ikatan tali, susunan perlengkapan, dan sentuhan dekorasi, tersimpan semangat PTK MTsN 6 Kerinci yang rela mengorbankan waktu istirahat demi menyukseskan kegiatan bersama.
Sebab, ketika tugas memanggil dan waktu semakin mendesak, keluarga besar MTsN 6 Kerinci memilih untuk bergerak bersama. Lelah boleh datang, malam boleh semakin larut, tetapi semangat pengabdian tidak boleh padam. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

|
17x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...