
Kerinci, 30/10/2026 Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan madrasah kembali terlihat di MTsNegeri 6 Kerinci. Kali ini, siswa-siswi kelas VII E di bawah bimbingan wali kelas, Ibu Elvi Satria, S. Pd., melaksanakan kegiatan gotong royong pada sore hari setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai dilaksanakan.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat tersebut difokuskan pada pembuatan pagar taman serta pembersihan ruang kelas. Meskipun jam pembelajaran telah berakhir, para siswa tetap menunjukkan kepedulian dan antusiasme untuk menjadikan lingkungan madrasah lebih bersih, rapi, dan nyaman.
Dengan memanfaatkan waktu sore, siswa-siswi kelas VII E bahu-membahu mengerjakan tugas yang telah dibagi. Sebagian siswa membantu membuat pagar taman agar area tanaman terlihat lebih tertata dan terlindungi, sementara siswa lainnya membersihkan ruang kelas, merapikan perlengkapan belajar, serta memastikan lingkungan kelas kembali bersih setelah digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Suasana gotong royong tersebut mencerminkan kekompakan dan kebersamaan di antara para siswa. Mereka belajar bahwa menciptakan lingkungan yang nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan atau pihak madrasah, melainkan juga merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
Menanamkan Karakter Melalui Tindakan Nyata
Di bawah bimbingan Ibu Elvi Satria, S. Pd., kegiatan ini tidak sekadar bertujuan memperindah taman dan membersihkan kelas. Lebih dari itu, gotong royong menjadi sarana pembelajaran karakter yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk memahami arti tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka juga belajar bahwa pekerjaan yang terasa berat akan menjadi lebih ringan apabila dilakukan bersama-sama.
Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Madrasah bukan hanya tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk kepribadian, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta membiasakan siswa melakukan hal-hal positif bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan sederhana seperti membuat pagar taman dan membersihkan kelas dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa. Dari aktivitas tersebut, tumbuh kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara berkelanjutan.
Sore Hari Bukan Penghalang untuk Berbuat Baik
Pemilihan waktu sore setelah pembelajaran berakhir menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, bahkan setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Semangat yang ditunjukkan siswa-siswi kelas VII E menjadi gambaran positif bahwa budaya gotong royong masih dapat tumbuh subur di kalangan generasi muda. Di tengah perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi, kebiasaan bekerja sama secara langsung tetap perlu dipelihara agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung diharapkan semakin mempererat hubungan antarsiswa sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap madrasah. Ketika siswa merasa bahwa madrasah merupakan rumah kedua mereka, keinginan untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas, dan memperindah lingkungan akan tumbuh dengan sendirinya.
Pagar taman yang dibuat bersama dan ruang kelas yang dibersihkan menjadi bukti bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Hasil pekerjaan tersebut bukan sekadar perubahan pada lingkungan fisik, melainkan juga bagian dari proses pembelajaran yang membangun karakter dan tanggung jawab.
Gotong Royong, Cerminan Madrasah yang Berkarakter
Kegiatan yang dilakukan siswa-siswi kelas VII E MTsNegeri 6 Kerinci ini sejalan dengan upaya membangun lingkungan madrasah yang bersih, asri, nyaman, dan menyenangkan. Semangat tersebut juga mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Madrasah yang indah tidak hanya dibangun melalui sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga melalui kepedulian seluruh warganya. Taman yang terawat, kelas yang bersih, dan lingkungan yang tertata merupakan hasil dari kebiasaan baik yang dilakukan secara bersama-sama.
Melalui bimbingan wali kelas, diharapkan siswa-siswi kelas VII E semakin terbiasa menerapkan budaya gotong royong, baik di madrasah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka. Kebiasaan positif ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter generasi muda yang mandiri, peduli, serta bertanggung jawab.
Semangat sore itu menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Ada pelajaran berharga yang dapat dipetik dari sapu yang digunakan untuk membersihkan lantai, tangan-tangan yang bekerja bersama membuat pagar taman, serta kebersamaan yang terjalin demi mewujudkan lingkungan yang lebih baik.
Dengan semangat gotong royong, siswa-siswi kelas VII E membuktikan bahwa kepedulian tidak harus menunggu perintah besar. Cukup dimulai dari langkah sederhana, dilakukan dengan ikhlas, dan dikerjakan bersama-sama demi mewujudkan MTsNegeri 6 Kerinci yang bersih, asri, nyaman, dan berkarakter.
(Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

|
46x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...