Selamat Datang di Website Resmi MTSN 6 Kerinci # Jln. Padang Baru, Desa Permai Baru, Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi # MTsN 6 Kerinci Menerima Peserta Didik Baru Tapel 2025/2026 # Madrasah Hebat Bermartabat # Selamat Datang di Website Resmi MTsN 6 Kerinci
Diposting Pada: Jumat, 15 Mei 2026

Seminar Daring: Menambah Ilmu atau Sekadar Mengejar Sertifikat?

Seminar Daring: Menambah Ilmu atau Sekadar Mengejar Sertifikat?

Kerinci, 15/05/2026 Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Salah satu perubahan yang paling terasa adalah maraknya pelaksanaan seminar daring atau webinar bagi para guru. Hampir setiap minggu berbagai lembaga pendidikan, komunitas guru, hingga instansi pemerintah mengadakan seminar online dengan tema yang beragam, mulai dari kurikulum, teknologi pembelajaran, media digital, hingga penguatan karakter peserta didik. Kehadiran seminar daring memang memberikan kemudahan karena dapat diikuti dari mana saja tanpa harus datang langsung ke lokasi kegiatan.
Namun di balik kemudahan tersebut muncul pertanyaan yang mulai sering terdengar di kalangan tenaga pendidik, apakah seminar daring benar-benar mampu menambah ilmu bagi guru atau justru hanya menjadi ajang untuk mendapatkan sertifikat semata?
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak guru mengikuti seminar online karena kebutuhan administrasi. Sertifikat hasil webinar sering kali digunakan sebagai pelengkap laporan kegiatan, pengembangan keprofesian berkelanjutan, hingga penunjang penilaian kinerja. Akibatnya, sebagian peserta hanya fokus pada absensi dan pengambilan sertifikat tanpa benar-benar memahami materi yang disampaikan narasumber. Bahkan ada peserta yang mengikuti seminar sambil mengerjakan pekerjaan lain sehingga perhatian terhadap materi menjadi berkurang.
Fenomena ini semakin terasa terutama bagi guru-guru yang sudah sepuh atau berusia lanjut. Tidak semua guru mampu dengan mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Sekitar 70 persen guru senior masih mengalami kesulitan memahami materi seminar daring, terutama jika pembahasan berkaitan dengan aplikasi digital, penggunaan platform pembelajaran, maupun istilah-istilah teknologi yang asing bagi mereka. Banyak di antara mereka sebenarnya memiliki semangat belajar yang tinggi, namun keterbatasan usia dan kemampuan teknologi menjadi tantangan tersendiri.
Dalam seminar tatap muka, peserta biasanya dapat langsung bertanya dan berdiskusi dengan lebih nyaman. Sementara dalam seminar daring, komunikasi sering kali terasa terbatas. Narasumber berbicara cepat, slide berganti dengan singkat, sementara peserta yang kurang memahami teknologi justru sibuk mencari tombol mikrofon, mengatur jaringan internet, atau sekadar mencoba memahami cara menggunakan aplikasi pertemuan virtual. Hal inilah yang membuat sebagian guru akhirnya hanya menjadi pendengar pasif tanpa benar-benar memahami isi materi.
Selain itu, kondisi jaringan internet juga menjadi kendala tersendiri, terutama bagi guru yang berada di daerah pelosok. Suara yang terputus-putus, gambar yang tidak jelas, hingga koneksi yang keluar masuk membuat materi sulit dipahami secara maksimal. Ketika seminar selesai, yang tersisa hanyalah sertifikat digital tanpa pemahaman yang benar-benar mendalam.
Meski demikian, seminar daring sebenarnya tetap memiliki banyak manfaat apabila dimanfaatkan dengan baik. Webinar mampu membuka wawasan baru bagi guru, memperkenalkan metode pembelajaran modern, serta memberikan kesempatan bertemu dengan pemateri hebat dari berbagai daerah bahkan tingkat nasional. Guru yang aktif bertanya dan mencoba menerapkan materi biasanya akan mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat dalam proses mengajar di kelas.
Karena itu, keberhasilan seminar daring tidak hanya bergantung pada kualitas narasumber, tetapi juga pada kesiapan peserta dalam menerima ilmu. Guru-guru senior memerlukan pendampingan yang lebih sederhana dan pelatihan bertahap agar tidak merasa tertinggal oleh perkembangan zaman. Materi seminar juga sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami serta disertai praktik langsung agar peserta tidak hanya mendengar teori semata.
Dunia pendidikan sejatinya bukan tentang siapa yang memiliki sertifikat paling banyak, melainkan siapa yang benar-benar mampu menerapkan ilmu demi meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa. Sertifikat hanyalah bukti mengikuti kegiatan, sedangkan ilmu adalah bekal yang akan terus hidup dan bermanfaat dalam mendidik generasi bangsa.
Seminar daring akan menjadi sesuatu yang sangat baik apabila dijadikan sarana belajar dan berbagi pengalaman. Namun jika hanya dijadikan ajang berburu sertifikat tanpa memahami isi materi, maka tujuan utama pendidikan perlahan akan kehilangan maknanya. Guru bukan hanya dituntut hadir dalam seminar, tetapi juga diharapkan mampu memahami, mengembangkan, dan menerapkan ilmu yang diperoleh demi kemajuan dunia pendidikan di era digital saat ini. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan

 


49x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Wakabid Kesiswaan MTsN 6 Kerinci Berikan Tausiah Singkat tentang Cara Menghormati Al-Qur'an 223x dibaca
  2. Yasinan Rutin di Pagi Jumat 115x dibaca
  3. SILATURRAHMI, MTSN 6 KERINCI DUKUNG PROGRAM KERJA KAKANKEMENAG KAB. KERINCI 328x dibaca
  4. Spektakuler! Harlah ke-89 MTsN 6 Kerinci Suguhkan Expo, Pentas Seni, Wisuda Tahfidz, dan Siaran Langsung YouTube Kemenag 1412x dibaca
  5. Upacara Bendera MTsN 6 Kerinci Sekaligus Memperingati HUT Provinsi Jambi ke-68 Tahun 2025 447x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 6 Kerinci

Mars Madrasah