
Kerinci, 18/10/2026 Keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. Prinsip inilah yang tampaknya menjadi inspirasi bagi siswa kelas IX A MTsNegeri 6 Kerinci dalam memanfaatkan lingkungan kelas mereka untuk kegiatan bercocok tanam. Meski tidak memiliki area taman khusus, para siswa tetap menunjukkan kreativitas dengan menjadikan dinding kelas sebagai tempat menanam kangkung serta memanfaatkan polybag untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran lainnya.
Ide kreatif tersebut menjadi bukti bahwa semangat menjaga lingkungan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di ruang kelas yang memiliki keterbatasan lahan. Dinding kelas yang biasanya hanya menjadi pembatas ruangan kini dimanfaatkan sebagai bagian dari area penghijauan, sementara polybag menjadi solusi praktis untuk menanam sayuran tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Kegiatan ini bukan sekadar upaya menghijaukan lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan bercocok tanam, siswa dapat belajar mengenal proses pertumbuhan tanaman, merawat sayuran, memperhatikan kebutuhan air dan cahaya matahari, serta memahami bahwa tanaman membutuhkan perhatian dan tanggung jawab agar dapat tumbuh dengan baik.
Menanam kangkung dan berbagai sayuran lainnya juga mengajarkan nilai kesabaran dan kedisiplinan. Siswa perlu memastikan tanaman mendapatkan perawatan secara rutin, mulai dari penyiraman hingga memperhatikan kondisi media tanam. Dari proses sederhana tersebut, tumbuh pelajaran berharga bahwa hasil yang baik membutuhkan usaha, ketekunan, dan kerja sama.
Kreativitas kelas IX A ini sekaligus memberikan pesan bahwa penghijauan tidak harus selalu dilakukan di taman yang luas. Dengan memanfaatkan ruang yang tersedia secara bijak, lingkungan yang terbatas pun dapat diubah menjadi lebih hijau, asri, dan bermanfaat. Bahkan, kegiatan sederhana seperti ini berpotensi menumbuhkan kepedulian siswa terhadap ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan sempit.
Di tengah tantangan menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan, langkah yang dilakukan siswa kelas IX A patut menjadi inspirasi bagi kelas-kelas lainnya. Setiap sudut madrasah memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara positif selama dikelola dengan kreativitas dan tetap memperhatikan kebersihan, keamanan, serta kenyamanan kegiatan belajar.
Semangat ini sejalan dengan upaya MTsNegeri 6 Kerinci dalam membangun lingkungan madrasah yang asri dan nyaman. Madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu melalui buku dan pembelajaran di kelas, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan karakter, kreativitas, kepedulian, dan kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kreativitas siswa IX A membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah akhir dari sebuah gagasan. Ketika taman tidak tersedia, dinding dan polybag pun dapat menjadi media untuk menghadirkan kehijauan. Dari tanaman kangkung yang tumbuh sederhana, tersimpan pelajaran besar tentang kepedulian terhadap lingkungan dan semangat menciptakan perubahan.
Kelas IX A MTsNegeri 6 Kerinci telah menunjukkan bahwa untuk menghijaukan lingkungan, yang paling dibutuhkan bukanlah luasnya lahan, melainkan kemauan untuk memulai dan kreativitas untuk memanfaatkan apa yang tersedia. (Team Humas dan Informasi Digital MTsN 6 Kerinci)
Kontributor….. Agustiawan
|
29x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...